Lewati navigasi

Arsip Harian:Mei 29th, 2008

INAICTA-2008 : Kebangkitan Nasional Melalui Kreativitas Digital

resize-foto-bersama.jpgMemasuki tahun 2008, Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia beserta seluruh pemangku kepentingan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia akan menggelar Indonesia Information and Communication Technology Award 2008 yang disingkat menjadi INAICTA-2008. INAICTA merupakan agenda tahunan sebagai penghargaan untuk mendorong tumbuh kembangnya industri teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia.INAICTA pertama kali digelar pada tahun 2007 dan berlangsung dengan sukses. INAICTA-2008 cukup istimewa karena pada perhelatan akbar komunitas TIK Indonesia ini bertepatan dengan 100 tahun peringatan Kebangkitan Nasional.

logo-inaicta-2008.jpgTahun ini, INAICTA mengusung tema “Kebangkitan Nasional Melalui Kreativitas Digital” dengan misi “mematangkan ICT industry di Indonesia” dan visi “memposisikan ICT sebagai pemungkin (Enablement) yang dapat digunakan oleh bangsa Indonesia untuk meningkatkan martabat bangsa di dunia International”. INAICTA-2008 bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas profesional yang berpacu dalam pembuat solusi ICT, memacu penggunaan ICT disemua lini industri, mempersiapkan Pemain ICT Local untuk menghadapi kompetisi international, memacu pertumbuhan industri ICT.

Foto Launching INAICTA 2008Karya ICT putra-putri bangsa Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan karya bangsa lain sehingga INAICTA 2008 ini merupakan ajang tepat untuk mengapresiasikan para aktivis ICT. Selain itu, INAICTA-2008 diharapkan bisa memacu kebangkitan industri TIK Nasional sesuai dengan semangat Kebangkitan Nasional yang telah diikrarkan 100 tahun silam oleh putra-putri bangsa.

Berbagai persiapan dilakukan oleh tim pelaksana untuk mensukseskan INAICTA 2008. Diantara yang dilakukan adalah menyiapkan persiapan pelaksanaan lomba termasuk mengisi website, melakukan registrasi lomba dan mengkoordinasikan pelaksanaan lomba, menyiapkan sosialiasasi, publikasi dan promosi. Kemudian tim pelaksana menyiapkan dan melaksanakan kegiatan penyerahan penghargaan (award), serta administrasi dan pengadaan anggaran. Kegiatan persiapan lainnya adalah untuk menghadapi perlombaan Internasional (training center) bagi para pemenang INAICTA 2008 yang akan tampil di ajang internasional.INAICTA 2008 juga didukung sepenuhnya oleh BISKOM sebagai media partner yang mempublikasikan berbagai kegiatan pada INAICTA 2008.

INAICTA-2008 berisi serangkaian acara yang dimulai pada bulan Maret 2008 dan berakhir pada bulan Agustus 2008. Kegiatan utama INAICTA 2008 adalah perlombaan karya dan inovasi di bidang ICT, seminar, workshop, ekshibisi, business matching program dan malam penganugerahan.

Launching diadakan pada hari ini, Senin, 3 Maret 2008 sebagai pertanda dimulainya berbagai rangkaian kegiatan INAICTA-2008. Menurut Mohammad Nuh, Menteri Komunikasi dan Informatika, INAICTA merupakan salah satu faktor memajukan ICT, maka untuk mensukseskan tidak bisa berjalan sendiri yakni harus berkolaborasi dengan siapapun yang punya kepedulian dengan ICT.
“Lomba-lomba yang diadakan harus dikaitkan dengan competitivness. Namun jangan hanya sampai pada tahap kompetisi saja, kompetisi ini harus bisa sebagai pintu keluar untuk mengekspresikan talenta terhadap ICT sehingga kreativitas digital yang kita miliki bisa sebagai ujung tombak kebangkitan nasional,” ujar Muhammad Nuh saat launching INAICTA 2008 di kantor Depkominfo, Jakarta (3/3).

Selama bulan Maret hingga Mei 2008, panitia akan melakukan strategi “Jemput Bola” dengan melakukan road show kebeberapa kota di Indonesia, diantaranya Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Makassar dan Medan dengan harapan mendapatkan lebih banyak peserta dengan kualitas yang lebih baik lagi.

Pendaftaran kompetisi dibuka mulai bulan April sampai pertengan Mei 2008. Pendaftaran dilakukan secara online di website INAICTA 2008 www.inaicta.web.id. Setelah itu dilakukan penjurian mulai bulan Juni 2008 hingga akhir Juli 2008 untuk menilai hasil dari karya peserta yang masuk.

Bulan Agustus merupakan puncak dari kegiatan INAICTA 2008 sehingga banyak acara yang digelar. Diantaranya workshop untuk semakin mematangkan pengetahuan mengenai ICT seperti Blog, Wikipedia, Open Source Software, Animasi, Robot, Game Developer dan Google Mobile. Disediakan juga Boothcamp sebagai tempat untuk menampilkan produk yang berkualitas dan memiliki potential buyer besar di Indonesia.

Kategori INAICTA-2008 yang diperlombakan sebanyak 10 kategori dengan 10 sub kategori, terdiri dari: e-Government, e-Business (finance, automation), e-Education, e-Entertainment, Supply Chain Management, Tools & Infrastructure, Research & Development, Student Project (SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi), Robot (SD, SMP, SMA, Umum), Smart Campus. Diantara beberapa kategori akan dilombakan pada saat eksibisi seperti e-inclusion, Robot, User Generated Content, Games, Festifal Film Animasi, Web Sekolah, Merakit Komputer dan Over Clocking.

Pemenang maupun peserta yang memiliki karya potensial mendapat kesempatan untuk bertemu dan ‘menjual’ karyanya kepada investor sehingga menumbuhkan jiwa technopreneurship dikalangan putra-putri bangsa untuk terus berkarya dimana karya tersebut akan digunakan dan tidak saja menjadi tuan rumah di negeri sendiri tetapi juga mampu menjadi konsumsi yang berkualitas dan berjaya di negara lain.

Dengan dukungan komunitas TIK di Indonesia, INAICTA-2008 akan menjadi tonggak penting dalam perkembangan dan kebangkitan TIK di Indonesia menuju masyarakat berbasis pengetahuan di tahun 2015.

Pidato Presiden SBY di Harkitnas ke-100 Tahun: Kemandirian, Daya Saing dan Peradaban yg Tingggi

Mei 20, 2008

Presiden SBYSungguh menarik sekali untuk disimak dan direnungkan oleh kita semua isi Pidato Presiden R.I. Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan ke 100-tahun Hari Kebangitan Nasional 20 Mei 2008, dengan Tema Pokok “INDONESIA PASTI BISA“, dimana esensinya adalah:

  1. Kemandirian Bangsa: jangan sampai terjerat hutang, tidak tergantung dari teknologi dan perekonomian asing, dan jangan di-dikte oleh orang-orang asing. Penggunaan Software Open Source bagi mayoritas masyarakat Indonesia adalah salah satu upaya agar Bangsa ini menjadi mandiri, tidak terlalu tergantung dari vendor asing maupun Konsultan Asing, dan sekaligus juga untuk menghemat devisa nasional.
  2. Daya Saing Bangsa yang Tinggi: Masyarakat yang cerdas, produktif, efisien, innovatif, kreatif, kerja keras, rajin, tepat waktu, dan tidak membuang-buang waktu. Kemampuan untuk memproduksi perangkat telekomunikasi dan infrastruktur telekomunikasi adalah juga bagian dari peningkatan daya saing nasional bangsa Indonesia.
  3. Peradaban Bangsa yang Tinggi: beradab, karakter yang terhormat, mulia, demokratis, teratur, terencana, jujur, sikap toleransi yang tinggi, maju, namun juga tetap menjaga kesederhanaan.

Dengan terciptanya kemapuan dan kondisi tersebut diatas, maka Bangsa Indonesia akan mampu menghadapi segala tantangan dari luar negeri maupun dari dalam negeri untuk memakmurkan dan men-sejahterakan Bangsa Indonesia.

Tantangan yang kita hadapi saat ini adalah:

  • Krisi Pangan
  • Krisis Energi, dan
  • Krisis Ekonomi

Bagaimanakah seharusnya Bangsa Indonesia menghadapi ke-tiga tantangan tersebut diatas?

A. Krisis Pangan :

Bahan Pangan utama Indonesia adalah beras, yang kebutuhannya makin meningkat tiap tahun. Bangsa ini hendaknya dapat mendiversifikasikan makanan pokok, tidak hanya beras, tetapi juga jagung, sagu, kentang, roti (gandum) dan lain-lain lagi yang memiliki nilai gizi yang sama atau lebih baik lagi dari pada beras.

B. Krisis Energi: saat ini merupakan ancaman yang paling parah terhadap kesejateraan bangsa Indonesia, bila kita keliru melangkah dan mengambil keputusan yang dapat menjerumuskan bangsa ini ke jurang kesengsaraan dan penderitaan yang berkepanjangan.

Kita semua sudah tahu bahwa produksi BBM Indonesia hanyalah sekitar 1 juta barrel per hari, padahal kebutuhan BBM kita saat ini telah mencapai 1,2 juta barrel per hari. Akibatnya negara harus menanggung subsidi BBM yang harus di-impor dari Luar Negeri dengan tarif BBM Luar Negeri.

Suatu hal yang terlupakan dalam berbagai diskusi tentang kebutuhan BBM Nasional ini adalah tidak di-ikutsertakannya Produksi Energi jenis lainnya dari Indonesia yang sangat besar atau substansial volume-nya, yaitu Energi Gas Bumi (LNG) yang merupakan produksi ekspor terbesar didunia dan Energi Batu Bara yang juga merupakan produksi ekspor terbesar didunia saat ini.

Bila saja Pemerintah dan bangsa Indonesia mampu merubah struktur kebutuhan Energi Nasional, misalnya menekan kebutuhan akan BBM sehingga mencapai 800.000 barrel per hari, dan kekurangannya diganti dengan Energi Batubara dan Energi Gas Alam (LNG). Dengan demikian, nainya harga BBM di Luar Negeri bukan malah membuat bangsa ini terpuruk, tetapi malah membuat bangsa ini makain besar Devisa-nya (dengan menjual kelebihan produksi 200.000 barrel per hari BBM ke Luar Negeri dengan harga jual yang tinggi).

Belum lagi kemapuan bangsa ini untuk menghasilkan energi atau bahan bakar dari sampah kota menjadi briket arang, energi ombak, energi surya, dan energi angin menjadi energi listrik, sehingga kebutuhan BBM dapat makin ditekan lebih rendah lagi.

Dengan telah tersedianya Jaringan Komunikasi Berpita Lebar (Broadband Data Network, Serat Optik, Gelombang Mikro, Powerline Communications, dsb) dan Internet Berkecepatan Tinggi (3G, 3.5G, HSDPA, CDMA 2000 1X) dan menanfaatkannya untuk Kerja Jarak Jauh (Teleworking) akan dapat pula mengurangi penggunaan BBM serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas nasional.

Inilah yang seharuskan dilaksanakan oleh Pemerintah dan Bangsa Indonesia dalam menghadapi Krisis Energi Dunia. Indonesia dapat merubah keterpurukan menjadi kejayaan.

C. Krisis Ekonomi :

Krisis Ekonomi adalah dampak dari Krisis Pangan dan Krisis Energi tersebut diatas. Jadi esensinya, kalau kedua Krisis tersebut terdahulu itu dapat ditanggulangi, maka secara teoritis Krisis Ekonomi yang membelenggu bangsa ini dapat segera terlepaskan.

Insya Allah, dengan semangat Kebangkitan Nasional 20 Mei 2008, Bangsa Indonesia akan segera terlepas dari ke-tiga krisis2 tersebut diatas.

Semoga tulisan kami ini mendapat perhatian dan realisasinya oleh para Pemimpin Bangsa Indonesia, untuk mempercepat tercapainya cita-cita Bangsa Indonesia yang telah lama didambakan, yaitu negeri yang makmur, aman sentosa, gemah ripah loh jinawi.

Semoga!

Wassalam,

S Roestam

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.